Diberitakan Independent, kritik tersebut diberikan kepada Baldwin lantaran film tersebut tidak menggunakan sosok tunanetra sungguhan sebagai aktornya.
The Ruderman Family Foundation, lemaga filantropi Amerika yang berjuang untuk pesamaan hak atas masyarakat disabilitas membandingkan proses casting atau pemilihan peran dalam film tersebut seperti pada isu ras hitam yang jarang mendapatkan peran.
"Kami tidak dapat lagi menerima orang kulit putih untuk memerankan karakter orang kulit hitam. Disabilitas sebagai sebuah kostum perlu juga tidak diterima secara universal," lanjutnya.
Aktor 59 tahun tersebut memainkan seorang novelis yang kehilangan penglihatannya dalam sebuah kecelakaan. Kejadian tersebut juga merenggut nyawa istrinya.
Untuk mempertajam bentuk diskriminasi penyandang disabilitas dalam industri film, Ruderman pun merilis sebuah laporan pada tahun lalu yang menunjukkan adanya perbedaan antara proporsi penyandang disabilitas di masyarakat dan dalam industri itu.
Laporan itu menunjukkan orang dengan disabilitas mencapai 20 persen dari populasi Amerika Serikat, namun 95 persen dari karakter penyandang disabilitas di televisi justru diperankan oleh mereka yang non-disabilitas.
No comments:
Post a Comment