Namun, masih ada satu penantian panjang bagi mereka. Sejak mengikuti serial itu dari musim pertama, para penggemar kesulitan mencari hal-hal yang berkaitan dengan serial tersebut.
Misalnya, buku-buku yang menjadi latar cerita atau pernak-pernik bertema Game of Thrones. Pernak-pernik asli Game of Thrones sendiri sampai saat ini belum ada yang menjual secara resmi di Indonesia. Kalau mau dapat yang asli, harus pesan dan dikirim dari Amerika.
"Saya sudah dari lama ingin punya official merchandise-nya Game of Thrones, apalagi kalau lihat di situsnya langsung. Tapi ya sulit, dan mahal kalau order. Terlebih itu dari AS," kata Purwandini Sakti Pratiwi (23), salah seorang penggemar serial Game of Thrones.
Wanita yang kerap disapa Tiwi ini sudah mencoba mencari ke lapak lain di internet. Situs-situs belanja online sudah ia satroni, tetap saja susah mendapatkan aksesoris aslinya.
“Kalau pun dapat, itu bukan yang resmi. Memang tidak masalah buat saya, tapi tetap ada yang kurang rasanya, desainnya kurang oke dan sebagainya," ujar Tiwi.
Alika Nugraha turut merasakan hal yang sama. Sejak menonton dari musim pertama dia mengaku sudah berburu ragam pernak-pernik Game of Thrones. Namun hasilnya tidak sesuai ekspetasi.
Karena sulitnya mendapat pernak-pernik resmi, penggemar lainnya, Rama Mahardika memutuskan membuatnya sendiri. "Alternatifnya ya selalu buat merchandise sendiri, kayak buat baju dengan desain Game of Thrones," katanya. Namun, ia tidak memperdagangkan baju itu.
Di sisi lain, Icha yang bukan penggemar Game of Thrones ikut punya pengalaman menarik terkait pernak-pernik seri fantasi yang diadaptasi dari novel George RR Martin itu.
Dia mengungkapkan pernah mendapat hadiah berupa miniatur Iron Throne, kursi yang terbuat dari pedang-pedang musuh yang ditumbangkan Aegon saat menaklukan Westeros.
"Saat itu saya tidak tahu betapa berharganya Iron Throne yang saya punya. Sampai akhirnya saya dihujat teman-teman yang juga pecinta Game of Thrones karena memberikan itu ke sembarang orang secara cuma-cuma,” ceritanya sambil menertawakan kebodohannya sendiri.
Di lain waktu, ia mendapat hadiah lain berupa buku catatan tebal bertema Game of Thrones. “Pas dapat hadiah 'kitab' itu, saya simpan sendiri, karena sempat jadi rebutan," ujarnya. (rsa)
No comments:
Post a Comment