Cart btn

Monday, July 10, 2017

FOTO: Yadnya Kasada, Melarung Syukur ke Perut Bumi

Tim CNN Indonesia , CNN Indonesia

Selasa, 11/07/2017 08:55 WIB

Artikel belum tersedia

Gunung Bromo tidak sekadar menyimpan pemandangan indah yang menjadi salah satu lokasi terbaik menyaksikan matahari terbit di Indonesia. Kawasan pegunungan di Jawa Timur itu juga menjadi tempat warga sekitar mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesan mereka. (AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Setiap tahun, masyarakat suku Tengger yang tinggal di kawasan Bromo menggelar tradisi yang disebut Yadnya Kasada. Namun sebelum ritual itu, mereka harus membersihkan diri dahulu dengan air suci. (AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Masyarakat suku Tengger rela mendaki untuk mengambil air suci di puncak gunung. Itu merupakan rangkaian paling awal dari upacara Yadnya Kasada di gunung yang terletak di kawasan Probolinggo itu. Mata air untuk mengambil air suci itu disebut widodaren.  (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Di sana, akan ada dukun yang mempersiapkan ritual khusus. Masyarakat kemudian membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengucur dari sumber air di pegunungan itu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Upacara Yadnya Kasada tidak dilangsungkan di sana. Usai membasuh diri dengan air suci di puncak gunung, masyarakat suku Tengger masih harus kembali menuruni bukit itu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Setelah itu, mereka masih harus naik ke kawah Bromo sembari membawa sesajen yang mereka pilih. Sesajen itu biasanya merupakan hasil dari kesuksesan mereka tahun itu, yang mereka pilih untuk dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi sebagai ungkapan terima kasih. (ANTARA FOTO/Spt/Zabur Karuru)
Warga biasanya membawa ternak, bisa berupa kambing atau ayam. Ada juga yang memilih membawa hasil panen, karena itu merupakan lambang bagi keberhasilan terbaik mereka. Namun biasanya sesajen yang dipersembahkan berupa makhluk yang masih hidup. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Sesajen itu mereka persembahkan dengan melarung atau membuangnya di kawah. (AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Ada pula yang hanya melemparkan uang ke kawah itu, sebagai wujud sesajen yang berbeda. (AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Uniknya, sesaji yang sudah dilarung itu akan coba kembali ditangkap oleh masyarakat yang datang. Bukan hanya ayam dan kambing, mereka juga berusaha mengambil uang yang ada. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Setiap tahunnya, upacara Yadnya Kasada selalu mencuri perhatian bukan hanya masyarakat sekitar, tetapi juga turis asing maupun lokal. Pemerintah sampai menargetkan, kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru naik lima persen. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Let's block ads! (Why?)

Quantity : Add to Cart

No comments:

Post a Comment

Tag Line