Reuters , CNN Indonesia
Sabtu, 08/07/2017 23:41 WIB
Artikel belum tersedia
Festival San Fermin yang diselenggarakan tiap tahun selama seminggu penuh di Pamplona, Navarre, Spanyol sarat akan nilai sejarah. Festival itu sudah ada sejak 1400-an Masehi. (REUTERS/Eloy Alonso) 
Festival setiap tahunnya dibuka pada 6 Juli dan berakhir pada 14 Juli, ditutup dengan nyanyian tradisional masyarakat setempat. Tiap tahun festival dihadiri jutaan orang. (REUTERS/Susana Vera) 
Kegiatan yang paling unik dari festival itu adalah lari dikejar banteng yang marah. Konon, itu terselenggara karena Fermin, putra senator zaman Romawi yang dibaptis menjadi Kristen dan menjadi uskup pertama sekembalinya ke Pamplona, tewas dalam kejaran banteng. (REUTERS/Susana Vera) 
Namun kegiatan kejar-kejaran dengan banteng kini menjadi sensasi tersendiri yang disukai masyarakat saat festival berlangsung. Para pria yang ingin berpartisipasi biasanya diminta mengenakan seragam, busana serba putih dengan syah merah di leher mereka. (REUTERS/Susana Vera) 
Tahun ini, dua pria asal Amerika dan seorang pria Spanyol terpaksa dibawah ke rumah sakit dan dioperasi karena terluka parah saat dikejar banteng. Banyak lainnya luka ringan. (REUTERS/Joseba Etxaburu) 
Kegiatan yang satu itu memang berbahaya. Menurut catatan, sudah ada 15 orang yang tewas dalam kejaran banteng saat mengikuti kegiatan itu sejak 1925. Ratusan lainnya luka-luka. (REUTERS/Joseba Etxaburu) 
Tapi sesungguhnya kegiatan terpenting dari festival itu adalah pada 7 Juli, saat orang beramai-ramai mengantarkan patung Saint Fermin yang dibuat sejak abad ke-15, keliling kota Pamplona. Arak-arakan itu diramaikan penari, penghibur, bahkan pemuka agama dan wali kota. (REUTERS/Joseba Etxaburu) 
Bunga-bunga dan patung besar yang terbuat dari kayu, diserahkan untuk Saint Fermin. (REUTERS/Susana Vera) 
Quantity :
Add to Cart
No comments:
Post a Comment