ANTARA FOTO/Zabur Karuru , CNN Indonesia
Rabu, 12/07/2017 08:12 WIB
Artikel belum tersedia
Masyarakat Dayak yang tinggal di pedalaman, seperti di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Utara masih akrab dengan aktivitas berburu di hutan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Biasanya mereka berburu setelah musim panen dan melakukannya secara berkelompok. Hasil buruannya bukan untuk dijual, melainkan dibagi sesuai kebutuhan para pemburu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Empat pemuda Dayak Kenyah Uma'lung misalnya, suatu pagi menyiapkan segala alat dan anjing peliharaan mereka ke atas perahu, menyalakan mesinnya, dan mengarahkannya ke hutan adat Tana’ Ulen. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Itu merupakan hutan yang sangat mereka hormati dan dijaga kelestariannya. Hutan itu bagai sumber hidup, karena masyarakat Dayak percaya alam memenuhi semua kebutuhan mereka. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Masyarakat Dayak masih menggunakan senjata-senjata tradisional dalam berburu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Mandau, yang paling sering mereka gunakan, adalah senjata utama dan senjata turun temurun yang dianggap keramat. Bentuknya seperti pedang kecil. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Mereka juga menggunakan sumpit, senjata yang dianggap paling efektif, karena tidak mengeluarkan bunyi namun mematikan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Sumpit biasanya terbuat dari kayu Ulin yang panjangnya bisa mencapai tiga meter dan bisa digunakan sebagai tombak. Sementara anak sumpit terbuat dari bilah bambu yang diolesi getah beracun. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Berburu masih dijadikan kegiatan utama masyarakat Dayak, selain berladang dan beternak sebagai mata pencaharian utama. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
Quantity :
Add to Cart
No comments:
Post a Comment