REUTERS/Darrin Zammit Lupi , CNN Indonesia
Jumat, 14/07/2017 08:46 WIB
Artikel belum tersedia
Malta International Arts Festival tahun ini menampilkan Mertamorphoses ke panggung teater mereka di lapangan Benteng St Elmo, Valetta, Senin (10/7) dan Selasa (11/7). (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Metamorphoses adalah karya penyair Roma yang terkenal dengan nama Ovid, dan merupakan koleksi dari mitos-mitos Yunani dengan satu tema besar, apalagi kalau bukan cinta. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Karya yang ditulis lebih dari seribu tahun lalu itu menginspirasi banyak penyair terkenal setelahnya, termasuk Dante Alighieri dan William Shakespeare. Cerita Shakespeare, tragedi dan komedinya, adalah hasil pemikiran setelah ia mempelajari Metamorphoses. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Kumpulan cerita dalam Metamorphosis itu memunculkan Cupid sebagai karakter utama, yang menembakkan anak panahnya kepada para dewa dan manusia, membuat sasarannya terbakar asmara. Namun cinta tak selamanya berakhir dengan indah, kadang juga tragedi. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Cinta yang luas itulah yang dimainkan oleh para seniman dalam Metamorphoses. Ada cinta yang ditolak, putus asa, cinta sedarah, bahkan pembunuhan dan pemerkosaan. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Namun ditampilkan pula cinta yang lembut, seperti dari orang tua untuk anak-anaknya, cinta terhadap saudara dan keluarga, cinta kepada teman, bahkan cinta pada pekerjaan maupun diri sendiri. Cinta yang demikian itu, ditampilkan secara indah dan memesona. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Selain cinta, yang juga menjadi garis merah dalam Metamorphoses adalah perubahan, seperti judulnya yang berarti metamorfosis. Di setiap cerita cinta, tokohnya berubah. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi) 
Quantity :
Add to Cart
No comments:
Post a Comment